mas muh


Senin, 06 Februari 2012

Air Mata Buaya

Hidup tidak lepas dari problematika. Banyak orang menangis ketika terbentur sebuah permasalahan. Apalagi makhluk yang namanya wanita. Mereka memiliki senjata pamungkas yang bernama mengangis. Kalau sudah menangis seakan semuanya terselesaikan. Dengan menangis segala uneg-unegnya menjadi plong dan tidak ada lagi beban. Yang menjadi persoalan adalah ketika tangisan itu hanyalah sebuah kepura-puraan belaka. Menangis hanya untuk mengundang simpati orang lain, Menangis hanya untuk mendapatkan iba orang lain. Apabila ini terjadi terus-menerus maka orang akan menamainya sebagai "air mata buaya."
Air mata buaya ( baca : kepura-puraan ) sangat ironis dan tragis. Betapa tidak punya malu. Hanya ingin mendapatkan simpati dan rasa iba orang lain harus mengorbankan harga diri. Dimana jiwa pejuang ? Dimana jiwa patriot dan ksatria ? Sebuah egoisme yang selalu diperturutkan tetapi minta simpati orang lain melalui tangisan. Sungguh tidak punya malu.



Diposting oleh muhdiyatmoko di 00.59
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Pengikut

Arsip Blog

  • ►  2013 (3)
    • ►  Januari (3)
  • ▼  2012 (6)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Maret (3)
    • ▼  Februari (2)
      • Air Mata Buaya
      • Ada yang Berubah
  • ►  2011 (5)
    • ►  Juni (5)

Mengenai Saya

Foto saya
muhdiyatmoko
Lihat profil lengkapku
Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.